Sabtu, 12 November 2011

HUBUNGAN KEKERABATAN

Hubungan kekerabatan atau kekeluargaan merupakan hubungan antara tiap entitas yang memiliki asal-usul silsilah yang sama, baik melalui keturunan biologis, sosial, maupun budaya. Dalam antropologi, sistem kekerabatan termasuk keturunan dan pernikahan, sementara dalam biologi istilah ini termasuk keturunan dan perkawinan. Hubungan kekerabatan manusia melalui pernikahan umum disebut sebagai "hubungan dekat" ketimbang "keturunan" (juga disebut "konsanguitas"), meskipun kedua hal itu bisa tumpang tindih dalam pernikahan di antara orang-orang yang satu moyang. Hubungan kekeluargaan sebagaimana genealogi budaya dapat ditarik kembali pada Tuhan[1] (lihat mitologi, agama), hewan yang berada dalam daerah atau fenomena alam (seperti pada kisah penciptaan).
Hubungan kekerabatan adalah salah satu prinsip mendasar untuk mengelompokkan tiap orang ke dalam kelompok sosial, peran, kategori, dan silsilah. Hubungan keluarga dapat dihadirkan secara nyata (ibu, saudara, kakek) atau secara abstrak menurut tingkatan kekerabatan. Sebuah hubungan dapat memiliki syarat relatif (mis., ayah adalah seseorang yang memiliki anak), atau mewakili secara absolut (mis, perbedaan status antara seorang ibu dengan wanita tanpa anak). Tingkatan kekerabatan tidak identik dengan pewarisan maupun suksesi legal. Banyak kode etik yang menganggap bahwa ikatan kekerabatan menciptakan kewajiban di antara orang-orang terkait yang lebih kuat daripada di antara orang asing, seperti bakti anak.
Hubungan kekerabatan terjalin karena adanya hubungan darah antar manusia tersebut. Hubungan kekerabatan dapat melalui hubungan darah maupun dari marga. Hubungan kekerabatan sangat diperlukan terutama dalam bekerja, banyak perusahaan yang menarik pegawai atau karyawannya berdasarkan hubungan kekerabatan. Maka dari itu hubungan kekerabatan sangat diperlukan dalam berbagai hal.
Hubungan kekerabatan menjadi salah satu hal terpenting, karena dengan adanya hubungan kekerabatan maka kita lebih mudah bersosialisasi dengan orang lain. Tetapi dari hubungan kekerabatan tersebut juga ada posisi negatifnya, sehingga seseorang lebih baik mencari pekerjaan dengan usahanya sendiri dari pada dari hubungan kekerabatannya. Tetapi tidak sedikit juga yang mengandalkan keluarganya untuk mecari kerja, sehingga terkadang banyak sarjana muda kecewa akibat tidak mempunyai kerabat yang kerja disuatu perusahaan. Maka dari itu, hal ini menjadi salah satu faktor yang menimbulkan banyak pengangguran.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Hubungan_kekerabatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar