Minggu, 16 Oktober 2011

PEMASARAN PERNAK-PERNIK MELALUI JARINGAN SOSIAL

Baik wanita maupun pria berpikir agar dirinya terlihat menarik dengan menggunakan pernak-pernik, baik menggunakan kalung, gelang maupun cincin. Pernak-pernik menjadi salah satu kebutuhan baik anak ABG maupun dewasa. Dengan memakai pernak-pernik tersebut seseorang lebih merasa menarik dan percaya diri. Maka dari hal tersebut, banyak yang menjadi pengusaha kecil yaitu dengan menjual pernak-pernik melalui jaringan sosial. Jaringan sosial baik facebook maupun twitter dan jaringan sosial lainnya sangat bermanfaat. Informasi tentang pernak-pernik tersebut dikirim ke satu account dan dikirim ke account yang lain, sehingga banyak yang tahu tentang informasi tersebut.
Pemasaran pernak-pernik tersebut melalui jaringan sosial dengan diberi harga dari produk tersebut, agar si customer tahu secara langsung harga dari produk tersebut. Apabila pelanggan membeli salah satu produk tersebut, maka produk tersebut dapat dikirim atau diambil langsung dengan menemui langsung si penjual. Sebaliknya, apabila yang membeli berada diluar kota maka produk tersebut dapat dikirim melalui kantor pos ataupun tiki, dimana biaya ditanggung oleh customer.
Pernak-pernik tersebut yang berupa gelang, kalung maupun cincin dijual sesuai dengan bahan dan keindahan pada produk tersebut.
Gelang yang dijual disini merupakan gelang impor berkualitas.

Gambar 1. Gelang Kulit Asli

Gambar 2. Gelang Asli dari Mekkah

Gambar 3. Gelang Kesehatan Ionfir Stainless AFC

Gambar 4. Gelang simple G57
Harga gelang diatas berkisar dari Rp 120.000 sampai Rp 425.000. gelang diatas untuk wanita. Sedangkan untuk pria adalah sebagai berikut.

Gambar 5. Gelang Kesehatan Pria

Gambar 6. Gelang Pria CLEOPATRA + PERMATA Mengandung Magnet
Harga gelang diatas berkisar dari Rp 1.800.000 sampai Rp 2.200.000

Gambar 7. Kalung Four Leaf

Gambar 8. Kalung quantum science pendant Clover
Harga kalung diatas berkisar dari Rp 110.000 sampai Rp 150.000

Gambar 9. Cincin Perak Sepasang Tanu

Gambar 10. Cincin Perak Sepasang Tanu
Harga kalung diatas adalah Rp 450.000
Produk diatas dipasarkan melalui jaringan sosial, selain itu juga dipasarkan dengan membuka toko di plaza-plaza. Produk diatas termasuk produk berkualitas sehingga harganya diatas seratus ribu-an.
Keuntungan yang diperoleh dalam menjual satu produk adalah seratus ribu, maka target penjualan 1 hari adalah menjual 5 produk baik gelang, kalung maupun cincin.
Cincin yang dijual disini adalah cincin untuk sepasang kekasih maupun untuk sepasang suami istri. Produk yang dijual merupakan salah satu kebutuhan dari wanita maupun pria. Maka penjualan produk ini sangat menguntungkan, terutama menjual pernak-pernik yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber Foto: www.google.com

Sabtu, 15 Oktober 2011

Kesulitan dan Tantangan dalam Membuat Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

Salah satu hal yang membanggakan bagi mahasiswa Universitas Gunadarma adalah dapat mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Jenis PKM banyak, disini mahasiswa juga berhak memilih program yang ingin diajukan. Program tersebut adalah ada PKM Penelitian (PKMP), PKM Kewirausahaan (PKMK), PKM Teknologi (PKMT), PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM) dan yang terbaru adalah PKM Karya Cipta (PKMKC). Untuk bisa mengikuti program tersebut, mahasiswa harus membentuk kelompok atau tim, yang terdiri dari 5-6 orang, yang terdiri dari minimal 2 angkatan. Apabila proposal diterima, maka tim tersebut akan memperoleh uang sebesar Rp 10.000.000. uang trsebut digunakan untuk melakukan penelitian yang kita ajukan. Disini pengalaman saya menulis proposal dengan sebuah tema “PEMBUATAN SISTEM PENYERAPAN AIR HUJAN DENGAN MEMANFAATKAN TEKNIK BIOPORI TANAH BAGI MASYARAKAT DUSUN PASAR REBO JAK-TIM”. Membuat proposal dengan sebelumnya menentukan tema mungkin sangat sulit. Disini banyak yang mengalami kendala, karena setiap yang dinamakan penelitian, kita harus mengeluarkan ide-ide yang gila atau dengan kata lain ide yang benar-benar tidak terpikir oleh orang lain. Setelah mementukan tema, juga pasti ada kendala. Kendala tersebut adalah data penunjang atau pendukung penelitian ini. Setiap orang pasti mengalami kesulitan, disinilah kita harus memanfaatkan teknologi, dengan searching data yang kita inginkan dan terus membaca buku untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan.
Setelah tema telah ditentukan dan mencari data yang dibutuhkan, maka dalam membuat proposal juga kita harus mempunyai pembimbing dalam penelitian ini. Maka yang terdahulu kita melakukan bimbingan terhadap tema yang ingin kita ajukan kepada pembimbing. Setelah disetujui, maka kita mencari data yang dibutuhkan. Data pendukung harus sebanyak-banyaknya, agar proposal terlihat kebenarannya. Dalam penulisan proposal, kita juga harus memperhatikan EYD, yang mungkin selama ini kita kurang perduli dalam melakukan penulisan. Maka tata bahasa haruslah diperhatikan. Dalam penulisan proposal juga diberi panduan, agar kita tau maksud dari bagian-bagian yang ada di dalam proposal tersebut.
Dalam membuat proposal ini, dengan tema yang telah saya sebutkan diatas, kelompok saya mengalami kesulitan dalam mencari data. Maka dari kesulitan ini juga kita harus banyak komunikasi dengan pembimbing kita agar kita memperoleh solusi dari kesulitan kita. Selain itu juga komunikasi antar tim juga kurang, sehingga proposal terlambat diberikan kepada PRIII. Maka dalam penulisan ini, kita harus bisa benar-benar cepat atau aktif, agar tidak ketinggalan dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam pembuatan proposal ini juga kita harus dapat menentukan biaya yang akan kita gunakan dalam penelitian ini, apabila proposal kita diterima oleh DIKTI. Setiap kali bimbingan kita harus berusaha secepat mungkin untuk melakukan revisi terhadap proposal. Baik dari segi bahasa maupun data penunjang, bimbingan untuk proposal ini sebisa mungkin harus dilakukan berkali-kali agar proposal dapat diterima oleh DIKTI. Disini juga kita harus mengusahakan mendapatkan ACC proposal yang kita ajukan oleh pembimbing kita sebelum waktu yang ditentukan untuk diberi ke PRIII. Karena apabila kita tidak aktif, maka proposal yang kita buat menjadi sia-sia. Yang membuat gagal proposal ini sampai ke DIKTI sangatlah banyak, maka dari itu disini perlu kekompakkan, keaktifan, keseriusan, dan motivasi. Karena apabila proposal lolos di DIKTI, maka kita akan melakukan penelitian langsung dan merasa bangga. Maka dari itu buatlah proposal sebaik mungkin, dengan harapan proposal dapat lolos.

Andai Saya Jadi Seorang Pengusaha Emas, Berlian dan Intan

Setiap orang pasti mempunyai suatu impian yang kelak dapat menjadi nyata. Salah satunya adalah menjadi seorang pengusaha, baik pengusaha emas, makanan dan lain-lain. Begitu juga saya, saya ingin menjadi seorang pengusaha emas, berlian dan intan. Saya ingin menjadi seorang pengusaha emas, berlian dan intan karena nilai emas, berlian dan intan mengikuti harga dollar, dan semakin lama akan semakin mahal. Apabila disimpan tidak akan mudah rusak, dan masa berlakunya juga tidak ada.
Saya ingin sekali menjadi pengusaha emas, disamping menjadi pengusaha juga saya dapat mendirikan sebuah pabrik yang bisa memperkerjakan orang untuk mengurangi pengangguran. Pengusaha emas yang menjadi salah satu kebutuhan hidup manusia. Selain menjadi pengusaha juga, saya ingin bisa membuat emas itu sendiri. Dari pengusaha sampai bisa membuat emas tersebut mungkin adalah sesuatu nilai tambah untuk saya. Dengan begitu saya tau apa saja bahan pembuat emas sehingga bahan tersebut bisa menjadi sesuatu yang indah dipakai dengan nilai dan harga yang sangat tinggi.
Jika saya menjadi pengusaha emas, mungkin saya dapat meraih semua impian yang saya cita-cita kan. Emas dikenal oleh semua Negara, sehingga saya bisa mengembangkan usaha saya ke berbagai Negara. Membuka banyak cabang disetiap kota maupun Negara. Dengan mengembangkan bisnis atau usaha ke berbagai Negara juga dapat menambah wawasan saya melalui komunikasi dengan berbagai orang dari berbagai Negara juga. Dengan begitu, mungkin saya dapat membuat sesuatu bentuk emas yang belum ada di dunia.
Emas adalah masa depan yang menjanjikan. Maka dari itu saya berpikir menjadi pengusaha emas akan membuat saya menjadi seseorang yang bisa membuka lowongan kerja dan dapat membangun tempat bekerja. Dan juga saya dapat keliling dunia, karena keliling dunia adalah salah satu impian saya. Maka untuk menjadi pengusaha emas, saya harus tau tentang kenaikan dan penurunan harga emas. Salah satunya juga dapat belajar melalui orang yang sudah berpengalaman menjadi pengusaha emas.
Apabila saya menjadi pengusaha emas dan menjadi pengusaha sukses, mungkin orang yang disekitar saya juga dapat merasakan keberhasilan yang saya rasakan. Saya juga bisa membantu dan menolong orang yang tidak mampu, dengan begitu apa yang saya dapatkan di dunia ini tidak menjadi sia-sia, bermanfaat bagi orang lain. Karena itu percaya diri dan terus belajar agar kelak dapat menjadi pengusaha terbaik. Itulah impian saya, yang mungkin sekarang masih berandai-andai.

Selasa, 04 Oktober 2011

USULAN UNTUK PEDAGANG SEMBAKO DALAM MENGEFISIENKAN PENGELUARAN

Banyak orang melanjutkan hidup tanpa menjadi sebagai pegawai, melainkan menjadi seorang pedagang. Salah satunya adalah pedagang sembako, yang menjual beberapa macam produk. Adapun produk yang dijual adalah kopi dengan berbagai merek, beras, minuman dan makanan ringan, berbagai macam merek rokok, shampoo, deterjent dan lain sebagainya. Seorang pedagang sembako haruslah mempunyai modal untuk membuka usaha tersebut. Modal yang dibutuhkan oleh pedagang tersebut tidaklah sedikit.
Adapun seorang pedagang yang saya teliti dalam penulisan saya ini adalah seorang pedagang yang mempunyai anak sebanyak 5 orang anak. Jenjang pendidikan 5 orang anak tersebut adalah 2 orang anak adalah mahasiswa, 1 anak telah bekerja, 1 anak duduk dibangku SMA, dan 1 anak lagi masih berumur 5 tahun dan jenjang pendidikannya adalah TK (Taman Kanak-kanak).
Pengeluaran keluarga tersebut tidaklah sedikit, pengeluaran tersebut berupa ongkos transfortasi dan uang makan diluar. Pengeluaran untuk 2 orang anak mahasiswa tersebut adalah Rp 20.000/hari untuk 1 orang anak. Maka pengeluaran untuk 1 orang anak adalah RP 120.000/minggu. Sedangkan untuk 1 orang yg sudah bekerja juga sama dengan 2 orang anak yang mahasiswa. Untuk 1 orang anak yang duduk dikursi SMA adalah Rp 10.000/hari, maka pengeluaran Rp 50.000/minggu. Sedangkan pengeluaran untuk 1 orang anak lagi yang TK adalah Rp 300.00/bulan yaitu biaya ongkos transfortasi.
Pendapatan dari hasil penjualan sembako adalah Rp 500.000/hari, sedangkan pengeluaran yang habis dibelanjakan adalah Rp 200.000/hari. Tetapi terkadang warung ini membeli keperluan warung 1 kali sebulan, sehingga pengeluaran banyak tapi sudah cukup untuk sebulan. Selain menjual sembako, pedagang tersebut juga menjual sayur sebagai tambahan di warungnya. Sedangkan pendapatan penjualan sayur tersebut adalah Rp 150.000/hari, pengeluaran yang habis untuk dibelanjakan adalah Rp 100.000/hari.
Terkadang pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan. Hal ini diakibatkan karena tidak adanya pendataan barang yang sudah laku terjual, sehingga terkadang barang yang masih banyak juga dibeli pada akhir bulan. Maka pada warung ini harusnya dilakukan pendataan ataupun pencatatan barang yang telah terjual, untuk memudahkan dan mengefisienkan pengeluaran. Selain itu, pedagang ini juga terkadang kurang update mengenai harga yang bias naik turun kapan saja. Maka pada warung ini diharapkan untuk dapat memperhatikan harga agar pembeli tidak kecewa dan tidak membanding-bandingkan dengan warung lain.
Dalam usaha kita haruslah dapat mengikuti perkembangan pasar, baik dari segi harga maupun barang yang dijual. Seorang pembeli pastilah mencari warung yang lengkap sesuai dengan kebutuhan yang dia perlukan. Apabila salah satu kebutuhan pembeli sampai tidak ada maka pembeli akan merasakan kecewa dan mencari warung lain dan akan melupakan warung anda.

Jumat, 30 September 2011

KEWIRAUSAHAAN

A. Definisi Kewirausahaan
Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18).
Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Richard Cantillon (1775), kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.
2. Jean Baptista Say (1816), seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
3. Frank Knight (1921), wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.
4. Joseph Schumpeter (1934), wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahanperubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, memperkenalkan metoda produksi baru, membuka pasar yang baru (new market), Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.
5. Penrose (1963), kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam system ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
6. Harvey Leibenstein (1968, 1979), kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
7. Israel Kirzner (1979), wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar.
8. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio, kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.
9. Peter F. Drucker, kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.
10. Zimmerer, kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).
Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluangpeluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.
(wardoyo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/5053/Kewirausahaan diakses 29 September 2011)
Kewirausahaan (Inggris: Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan Cantillon, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
Ciri-ciri wirausaha yang berhasil:
1. Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut.
2. Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
3. Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya.
4. Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
5. Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
6. Bertanggungjawab terhadap segala aktivitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
7. Komitmen pada berbagai pihak. Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dijalankan, antara lain kepada: para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.
B. Sikap wirausaha
Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:
A. Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.
B. Komitmen Tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya. Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.
C. Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.
D. Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
E. Mandiri
Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.
F. Realistis
Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.
(Kasmir: "Ciri-ciri Wirausaha", ‘’Kewirausahaan’’, halaman 27-28. Alfabeta, 2007)
(http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan diakses 29 September 2011)

Minggu, 25 September 2011

PENYEBAB TERJADINYA TAWURAN ANTAR SEKOLAH

Maraknya tingkah laku agresif akhir-akhir ini yang dilakukan kelompok remaja kota merupakan sebuah kajian yang menarik untuk dibahas. Perkelahian antar pelajar yang pada umumnya masih remaja sangat merugikan dan perlu upaya untuk mencari jalan keluar dari masalah ini atau setidaknya mengurangi. Perkembangan teknologi yang terpusat pada kota-kota besar mempunyai korelasi yang erat dengan meningkatnya perilaku agresif yang dilakukan oleh remaja kota.
Beberapa contoh dari berita-berita yang ada mengenai tawuran antar pelajar. Di Palembang pada tanggal 23 September 2006 terjadi tawuran antar pelajar yang melibatkan setidaknya lebih dari tiga sekolah, di antaranya adalah SMK PGRI 2, SMK GAJAH MADA KERTAPATI dan SMKN 4 (harian pagi Sumatra ekspres Palembang). Di Subang pada tanggal 26 Januari 2006 terjadi tawuran antara pelajar SMK YPK Purwakarta dan SMK Sukamandi (harian pikiran rakyat). Di Makasar pada tanggal 19 September 2006 terjadi tawuran antara pelajar SMA 5 dan SMA 3 (karebosi.com). Tidak hanya pelajar tingkat sekolah menengah saja yang terlibat tawuran, di Makasar pada tanggal 12 Juli 2006 mahasiswa Universitas Negeri Makasar terlibat tawuran dengan sesama rekannya disebabkan pro dan kontra atas kenaikan biaya kuliah (tempointeraktif.com). Sedangkan di Semarang sendiri pada tanggal 27 November 2005 terjadi tawuran antara pelajar SMK 5, SMK 4 dan SMK Cinde (liputan6.com). Masih banyak kejadian tawuran antar pelajar yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu di sini.

FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TAWURAN

Ada dua faktor penyebab terjadinya tawuran antar pelajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Yang dimaksud dengan faktor internal di sini adalah faktor yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi miliu di sekitarnya dan semua pengaruh dari luar. Perilaku merupakan reaksi ketidakmampuan dalam melakukan adaptasi terhadap lingkungan sekitar. Sedangkan faktor eksternal adalah sebagai berikut:

1. faktor keluarga
a. baik buruknya rumah tangga atau berantakan dan tidaknya sebuah rumah tangga.
b. perlindungan lebih yang diberikan orang tua.
c. penolakan orang tua, ada pasangan suami istri yang tidak pernah bisa memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu.
d. pengaruh buruk dari orang tua, tingkah laku kriminal dan tindakan asusila.
2. Faktor lingkungan sekolah
Lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan bisa berupa bangunan sekolah yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa halaman bermain yang cukup luas, tanpa ruangan olah raga, minimnya fasilitas ruang belajar, jumlah murid di dalam kelas yang terlalu banyak dan padat, ventilasi dan sanitasi yang buruk dan lain sebagainya.
3. faktor miliu/lingkungan
Lingkungan sekitar yang tidak selalu baik dan menguntungkan bagi pendidikan dan perkembangan remaja.

UPAYA MENGATASI TAWURAN
1. Dengan memandang masa remaja merupakan periode storm and drang period (topan dan badai) dimana gejala emosi dan tekanan jiwa, sehingga perilaku mereka mudah menyimpang. Maka pelajar sendiri perlu mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, Seperti Mengikuti kegiatan kursus, berolahraga, mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, dll.
2. Lingkungan keluarga juga dapat melakukan pencegahan terjadinya tawuran, dengan cara:
a. Mengasuh anak dengan baik.
- Penuh kasih saying
- Penanaman disiplin yang baik
- Ajarkan membedakan yang baik dan buruk
- Mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab
- Mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.
b. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat:
Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.
c. Meluangkan waktu untuk kebersamaan
Orang tua menjadi contoh yang baik dengan tidak menunjukan perilaku agresif, seperti: memukul, menghina dan mencemooh.
d. Memperkuat kehidupan beragama
Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari - hari.
e. Melakukan pembatasan dalam menonton adegan film yang terdapat tindakan kekerasannya dan melakukan pemilahan permainan video game yang cocok dengan usianya.
f. Orang tua menciptakan suasana demokratis dalam keluarga, sehingga anak memiliki keterampilan social yang baik. Karena kegagalan remaja dalam menguasai keterampilan sosial akan menyebabkan ia sulit meyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Sehingga timbul rasa rendah diri, dikucilkan dari pergaulan, cenderung berperilaku normatif (misalnya, asosial ataupun anti-sosial).Bahkan lebih ekstrem biasa menyebabkan terjadinya gangguan jiwa, kenakalan remaja, tindakan kriminal, tindakan kekerasan, dsb.
3. Sekolah juga memiliki peran dalam mengatasi pencegahan tawuran, diantaranya:
a. Menyelenggarakan kurikulum Pendidikan yang baik adalah yang bias
Mengembangkan secara seimbang tiga potensi, yaitu berpikir, berestetika, dan berkeyakinan kepada Tuhan.
b. Pendirian suatu sekolah baru perlu dipersyaratkan adanya ruang untuk kegiatan olahraga, karena tempat tersebut perlu untuk penyaluran agresivitas remaja.
c. Sekolah yang siswanya terlibat tawuran perlu menjalin komunikasi dan koordinasi yang terpadu untuk bersama-sama mengembangkan pola penanggulangan dan penanganan kasus. Ada baiknya diadakan pertandingan atau acara kesenian bersama di antara sekolah-sekolah yang secara "tradisional bermusuhan" itu.
4. LSM dan Aparat Kepolisian
LSM disini dapat melakukan kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah mengenai dampak dan upaya yang perlu dilakukan agar dapat menanggulangi tawuran. Aparat kepolisian juga memiliki andil dalam menngulangi tawuran dengan cara menempatkan petugas di daerah rawan dan melakukan razia terhadap siswa yang membawa senjata tajam.

Sumber:
http://www.scribd.com/doc/6406624/Tawuran-Antar-Pelajar
http://www.masbow.com/2008/05/tawuran-pelajar-ditinjau-dengan.html
www.karebosi.com
tempointeraktif.com
liputan6.com

Sabtu, 18 Juni 2011

Anthropometri

Pengertian Anthropometri
Menurut Sritomo (1989), salah satu bidang keilmuan ergonomis adalah istilah Anthropometri yang berasal dari “Anthro” yang berarti manusia dan “Metron” yang berarti ukuran. Secara definitif Anthropometri dinyatakan sebagai suatu studi yang menyangkut pengukuran dimensi tubuh manusia dan aplikasi rancangan yang menyangkut geometri fisik, massa dan kekuatan tubuh.
Data anthropometri akan diaplikasikan secara lebih luas antara lain dalam hal :
a. Perancangan areal kerja (work station, Interior mobil).
b. Perancangan alat kerja seperti mesin, equipment perkakas (tools) dan sebagainya.
c. Perancangan produk-produk konsumtif seperti pakaian, kursi, meja, dan sebagainya.
d. Perancangan lingkungan kerja fisik

Anthropometri dibagi menjadi dua bagian antara lain :
1. Anthropometri statis yaitu pengukuran dilakukan pada saat tubuh dalam keadaan diam
2. Anthropometri dinamis yaitu dimana dimensi tubuh yang diukur dalam berbagai posisi tubuh yang sedang bergerak

Dimensi yang diukur pada Anthropometri statis diambil secara linier (lurus) dan dilakukan pada permukaan tubuh, agar hasilnya representatif maka pengukuran harus dilakukan denagn metode tertentu terhadap individu. Manusia pada umumnya akan berbeda-beda dalam hal bentuk dan dimensi ukuran tubuhnya. Disini ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi dimensi tubuh manusia sehingga semestinya seorang perancang harus memperhatikan faktor-faktor tersebut, yang antara lain adalah :
1. Umur
Digolongkan pula atas beberapa kelompok:
a. Balita
b. Anak-anak
c. Remaja
d. Dewasa
e. Lanjut usia
2. Jenis kelamin
Secara distribusi statistik ada perbedaan yang signifikan antara dimensi tubuh pria dan wanita yang terletak pada rata-rata dan nilai perbedaan yang tidak dapat diabaikan begitu saja.
3. Suku bangsa
Variasi diantara beberapa kelompok suku bangsa telah menjadi hal yang tidak kalah penting terutama karena meningkatnya jumlah angka migrasi dari satu negara ke negara lain.
4. Jenis pekerjaan atau latihan
Beberapa jenis pekerjaan tertentu menuntut adanya persyaratan dalam seleksi karyawan atau rekan kerjanya.
Sritomo Wignjosoebroto. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. Surabaya: Guna Widya. 1992.