Rabu, 02 Maret 2011
Tugas 2 Etika Profesi : di Kampus
Jawab:
Tata tertib kehidupan di kampus yang berlaku untuk semua civitas academica adalah tentang aturan dilarang merokok disepanjang area ruangan belajar dan di dalam gedung. Banyak mahasiswa yang melanggar tata tertib kampus tersebut karena kurangnya kesadaran pada mahasiswa tersebut, misalnya seorang mahasiswa merokok di dalam ruangan belajar tentu asap rokok mahasiswa tersebut sangat merugikan bagi mahasiswa lainnya yang tidak merokok, maka dari itu diperlukannya aturan tata tertib bagi mahasiswa. Contoh lainnya, yaitu seorang mahasiswa mencontek pada saat ujian. Maka disini terlihat bahwa pada mahasiswa tersebut kurangnya kesadaran dan rasa tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa. Dimana pada mahasiswa tersebut diberi aturan yaitu diberi sanksi untuk setiap mahasiswa yang mencontek ataupun bekerjasama dalam mengerjakan soal yang diberikan. Aturan tata tertib sangat diperlukan di lingkungan kampus agar mahasiswa dapat terbiasa mematuhi peraturan dimana mereka berada. Aturan tersebut juga mengarahkan agar mahasiswa dapat terbiasa dengan peraturan baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan kerja nantinya dan di lingkungan dimana mereka tinggal. Aturan tata tertib tersebut juga agar mahasiswa disiplin dan menjadikan mahasiswa tersebut menjadi mahasiswa bertanggung jawab. Dengan adanya aturan tata tertib maka diharapkan mahasiswa dapat lebih disiplin dan lebih bertanggung jawab.
B.Jelaskan perilaku/sikap/ tindakan yang sebaiknya tidak dilakukan oleh mahasiswa di kampus! Berikan minimal 10 contoh nyata yang saudara amati dan solusi yang saudara tawarkan!
Jawab:
Perilaku/sikap/tindakan yang sebaiknya tidak dilakukan oleh mahasiswa di kampus adalah:
1)Mahasiswa merokok di area ruangan belajar atau di dalam gedung
Solusinya:
Merokok di area ruangan belajar atau di dalam gedung sangatlah merugikan orang lain yang tidak merokok, maka untuk mahasiswa perokok sebaiknya merokok di luar kampus atau tempat terbuka sehingga tidak merugikan siapapun.
2)Mahasiswa mencontek saat ujian
Solusinya:
Mencontek adalah perilaku yang tidak baik, seorang mahasiswa haruslah dapat bertanggung jawab dan dapat menyelesaikan pesoalan baik dalam ujian maupun keadaan yang sedang dihadapinya, maka mahasiswa sebaiknya dapat mengerjakan ujian dengan baik dengan belajar semaksimal mungkin.
3)Mahasiswa membuang sampah sembarangan
Solusinya:
Membuang sampah sembarangan juga merupakan perilaku yang tidak baik, maka seorang mahasiswa haruslah mebuang sampah pada tempat yang telah disediakan oleh kampus.
4)Mahasiswa datang terlambat
Solusinya:
Seorang mahasiswa datang terlambat pada saat perkuliahan telah dimulai juga tindakan atau perilaku tidak baik, maka mahasiswa dianjurkan hanya dapat telat selama 30 menit. Agar mahasiswa tersebut tidak mengganggu mahasiswa yang lainnya yang sedang belajar.
5)Mahasiswa mencuri Hand phone mahasiswa lain
Solusinya:
Saat mendekati pembayaran uang semester seringkali hp seorang mahasiswa mencuri untuk membayar uang semesteran tersebut. Maka penyelesaian masalah dari mahasiswa tersebut adalah dengan bekerja atau meminjam uang dengan teman yang mampu dan akan dikembalikan pada waktu yang telah disepakati keduanya.
6)Mahasiswa mengabsenin mahasiswa lain
Solusinya:
Mengabsenin teman karena teman tidak masuk juga bukan perilaku yang baik, sama saja membohongi dosen dan diri sendiri. Maka lebih baik untuk tidak mengabsenin teman yang tidak dapat hadir atau melapor pada dosen alasan teman mahasiswa tersebut tidak dapat hadir pada saat itu.
7)Mahasiswa tidak menegur dosen saat bertemu
Solusinya:
Banyak mahasiswa yang tidak menegur dosen saat bertemu. Terutama dosen yang mahasiswa tidak suka. Maka sebagai seorang mahasiswa haruslah berterima kasih kepada guru tanpa jas yang telah mengajarkan kita.
8)Mahasiswa berkelahi dengan mahasiswa lain
Solusinya:
Masalah kecil sering sekali dibesar-besarkan, maka sebagai seorang mahasiswa haruslah bisa menyelesaikan masalah dengan baik atau dibicarakan dengan baik-baik.
9)Mahasiswa berpakaian ketat ke kampus
Solusinya:
Sebaiknya bagi mahasiswa wanita memakai pakaian yang tidak ketat agar konsentrasi terhadap pelajaran dan tidak mengganggu konsentrasi mahasiswa pria lainnya.
10)Mahasiswa mengajak mahasiswa lain ngobrol saat perkuliahan berlangsung
Solusinya:
Banyak mahasiswa yang mengajak mahasiswa lain untuk mengobrol saat dosen sedang menjelaskan. Maka sebaiknya jika mahasiswa ingin mengobrol sebaiknya mahasiswa tersebut keluar dari kelas dari pada mengganggu mahasiswa lainnya yang sedang belajar.
C.Jelaskan perilaku/sikap/ tindakan yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa di kampus! Berikan minimal 10 contoh!
Jawab:
Perilaku/sikap/tindakan yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa di kampus adalah:
1.Mahasiswa tidak merokok di area ruangan belajar atau di dalam gedung.
2.Mahasiswa tidak mencontek saat ujian.
3.Mahasiswa tidak membuang sampah sembarangan.
4.Mahasiswa datang tepat waktu.
5.Mahasiswa tidak mencuri Hand phone mahasiswa lainnya dalam keadaan apapun.
6.Mahasiswa tidak mengabsenin mahasiswa lainnya.
7.Mahasiswa menegur dosen saat bertemu dimanapun.
8.Mahasiswa tidak berkelahi dengan mahasiswa lainnya.
9.Mahasiswa tidak berpakaian ketat ke kampus.
10.Mahasiswa tidak mengajak mahasiswa lain ngobrol saat perkuliahan berlangsung.
D. Isilah checklist berikut dengan jujur!, jawablah dengan Ya atau tidak
No. Pernyataan
1. Saya selalu berpakaian yang pantas/ sesuai dan rapi setiap kali ke kampus (Ya)
2. Saya selalu mengenakan sepatu setiap kali pergi ke kampus (Tidak)
3. Saya selalu datang tepat waktu ke ruangan kuliah (Ya)
4. Saya merasa bersalah bila datang terlambat di kelas (Ya)
5. Saya kadang-kadang ngobrol dengan teman pada saat dosen mengajar (Ya)
6. Saya selalu membuat catatan kuliah (Ya)
7. Saya menyapa dosen yang mengajar di kelas saya (Ya)
8. Saya mengenal semua dosen yang mengajar saya (Ya)
9. Saya membuang sampah selalu pada tempatnya (Tidak)
10. Saya mengingatkan teman yang membuang sampah sembarangan (Ya)
11. Saya mengatur kembali bangku di kelas setelah kuliah selesai (Ya)
12. Saya tidak merokok di dalam gedung/ ruangan (Ya)
13. Saya di kampus pernah ditegur orang lain karena sikap/perilaku saya yang tidak patut (Ya)
14. Saya pernah menegur mahasiswa lain yang melakukan tindakan tidak pantas di kampus (Ya)
15. Saya tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh mahasiswa lain di kampus, sepenuhnya adalah tanggungjawab mereka (Tidak)
16. Saya percaya pada kemampuan sendiri (Ya)
17. Saya pernah nyontek pada saat ujian (Ya)
18. Saya pernah melakukan plagiat terhadap karya orang lain (Tidak)
19. Saya memberikan kontribusi untuk perbaikan suasana akademik di lingkungan kampus (Ya)
20. Saya lebih senang bekerja sendiri daripada kerja kelompok (Ya)
Sabtu, 19 Februari 2011
Etika Profesi
Jawab:
Alasan perlunya etika profesi dalam bidang keteknikan adalah tentunya dalam bidang keteknikan diperlukannya etika profesi dimana etika profesi disini menjelaskan nilai universal guna untuk kesadaran pada saat kerja. Dalam bekerja tersebut dibutuhkannya rasa tanggung jawab, kejujuran dalam bekerja, dan sebagainya maka tentunya diperlukan etika. Maksud dari etika tersebut melihat baik buruknya terhadap perbuatan manusia itu sendiri. Dalam bekerja di bidang keteknikan tentu diperlukannya etika profesi, untuk melihat hasil kerja dari seorang pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sebuah hasil kerja yang baik di ukur dari ketekunan pekerja dalam bekerja dan rasa tanggunga jawab dalam pekerjaannya, maka tentulah perlunya etika profesi dalam bidang keteknikan. Hal yang akan terjadi bilamana profesi keteknikan tanpa etika adalah tidak ada rasa sadar dan tanggung jawab dalam diri seorang pekerja untuk melakukan pekerjaannya. Maka akibatnya hasil kerja yang diproleh juga tidak baik. Bekerja dalam bidang keteknikan, seorang pekerja juga dituntut untuk dapat mengambil keputusan dan mampu bekerja sama dalam kelompok maka diperlukannya etika. Dari etika tersebut seorang pekerja dapat mengetahui sikap kerjanya atau adanya motivasi dalam diri guna untuk mendapatkan hasil kerja yang baik. Bilamana profesi keteknikan tanpa etika, maka seorang pekerja tidak memiliki rasa sadar dan tanggung jawab atas pekerjaannya, dimana etika tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil pekerjaan yang akan diperoleh. Maka etika profesi dalam bidang keteknikan sangat diperlukan untuk mengetahui tuntutan pekerjaan atau rasa tanggung jawab saat bekerja, mampu bekerja sama dan mempunyai motivasi dalam bekerja. Maka etika sangatlah penting dalam bidang keteknikan guna untuk mencapai hasil kerja yang baik.
2. Beri contoh minimal tiga kasus pelanggaran etika profesi yang pernah terjadi di bidang profesi keteknikan! Apa dampak yang ditimbulkan?
Jawab:
Contoh-contoh kasus pelanggaran etika profesi yang pernah terjadi di bidang profesi keteknikan:
A.LIMBAH INDUSTRI
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
Dampak yang ditimbulkan limbah industri adalah:
1. Limbah Industri Pangan
Sektor Industri/usaha kecil pangan yang mencemari lingkungan antara lain tahu, tempe, tapioka dan pengolahan ikan (industri hasil laut). Limbah usaha kecil pangan dapat menimbulkan masalah dalam penanganannya karena mengandung sejumlah besar karbohidrat, protein, lemak, garam-garam, mineral, dan sisa-sisa bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan dan pembersihan. Sebagai contohnya limbah industri tahu, tempe, tapioka industri hasil laut dan industri pangan lainnya, dapat menimbulkan bau yang menyengat dan polusi berat pada air bila pembuangannya tidak diberi perlakuan yang tepat.
Air buangan (efluen) atau limbah buangan dari pengolahan pangan dengan Biological Oxygen Demand ( BOD) tinggi dan mengandung polutan seperti tanah, larutan alkohol, panas dan insektisida. Apabila efluen dibuang langsung ke suatu perairan akibatnya menganggu seluruh keseimbangan ekologik dan bahkan dapat menyebabkan kematian ikan dan biota perairan lainnya.
2. Limbah Industri Kimia & Bahan Bangunan
Industri kimia seperti alkohol dalam proses pembuatannya membutuhkan air sangat besar, mengakibatkan pula besarnya limbah cair yang dikeluarkan kelingkungan sekitarnya. Air limbahnya bersifat mencemari karena didalamnya terkandung mikroorganisme, senyawa organik dan anorganik baik terlarut maupun tersuspensi serta senyawa tambahan yang terbentuk selama proses permentasi berlangsung. Industri ini mempunyai limbah cair selain dari proses produksinya juga, air sisa pencucian peralatan, limbah padat berupa onggokan hasil perasan, endapan Ca SO4, gas berupa uap alkohol. kategori limbah industri ini adalah llimbah bahan beracun berbahayan (B3) yang mencemari air dan udara. Gangguan terhadap kesehatan yang dapat ditimbulkan efek bahan kimia toksik :
a)Keracunan yang akut
b)Keracunan kronis
3. Limbah Industri Sandang Kulit & Aneka
Sektor sandang dan kulit seperti pencucian batik, batik printing, penyamakan kuit dapat mengakibatkan pencemaran karena dalam proses pencucian memerlukan air sebagai mediumnya dalam jumlah yang besar. Proses ini menimbulkan air buangan (bekas Proses) yang besar pula, dimana air buangan mengandung sisa-sisa warna, BOD tinggi, kadar minyak tinggi dan beracun (mengandung limbah B3 yang tinggi).
4. Limbah Industri Logam & Ekektronika
Bahan buangan yang dihasilkan dari industr besi baja seperti mesin bubut, cor logam dapat menimbulkan pemcemaran lingkungan. Sebagian besar bahan pencemarannya berupa debu, asap dan gas yang mengotori udarasekitarnya. Selain pencemaran udara oleh bahan buangan, kebisingan yang ditimbulkan mesin dalam industri baja (logam) mengganggu ketenangan sekitarnya. kadar bahan pencemar yang tinggi dan tingkat kebisingan yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan manusia baik yang bekerja dalam pabrik maupun masyarakat sekitar.
Tetapi sekarang sudah ada limbah yang tidak merugikan lagi atau sudah dapat dipakai untuk mandi dan sebagainya.
B.INTERNET
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Fasilitas internet sangatlah penting bagi semua orang mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Adapun dampak positif dari internet adalah:
1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
Selain berdampak positif, internet juga berdampak negatif, yaitu:
1. Pornografi
2. Penipuan
3. Carding (Kartu kredit digunakan dalam dunia internet)
4. Perjudian
C.Teknologi Hand Phone
Perkembangan teknologi yaitu salah satunya adalah hand phone. Hand Phone menjadi salah satu sarana yang digunakan untuk mempermudah terjadinya komunikasi. Tetapi handphone juga memiliki dampak negatif, yaitu:
1. Melalui Hand Phone aksi pornografi semakin merajai benak kaum remaja.
2. Radiasi HP berakibat buruk terhadap tubuh manusia.
3. Mengganggu Perkembangan Anak : Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di hand phone (HP) seperti : kamera, permainan (games)
3. Dalam sebuah laboratorium riset dengan 50 orang peneliti telah terjadi kebocoran yang menyebabkan terinfeksinya para pekerja oleh bakteri mematikan. Dalam waktu singkat telah jatuh 10 korban jiwa. Untuk menghambat penyebaran bakteri yang belum ditemukan obat penangkalnya, dilakukan isolasi terhadap fasilitas tersebut. Namun demikian, potensi ancaman kematian masih menghantui 100 ribu penduduk kota tersebut. Satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut adalah dengan membumihanguskan instalasi riset tersebut dengan bom, yang akan meluluhlantakkan fasilitas tersebut termasuk para peneliti di dalamnya.
Jelaskan bagaimana cara menyelesaikan dilemma moral tersebut menurut
faham:
a. Kantianisme
b. Utilitarianisme
Jawab:
1) Kantianisme adalah paham dimana setiap kita mengambil keputusan, kita harus membayang kan bagaimana bila kita adalah pihak yang dirugikan.
Cara menyelesaikan dilemma moral menurut faham kantianisme adalah menyetujui cara untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut yaitu dengan membumihanguskan instalasi riset tersebut dengan bom, yang akan meluluhlantakkan fasilitas dan meminta para peneliti keluar dari laboratorium riset tersebut dengan melakukan pertolongan untuk para peneliti tersebut dan menyediakan sebuah tempat untuk 50 orang peneliti tersebut yang jauh dari jangkauan penduduk sekitar, agar tidak ada pihak yang dirugikan baik kita maupun orang lain.
2) Utilitarianisme menjelaskan bahwa setiap keputusan diambil untuk sebanyak-banyaknya kesenangan banyak orang. Paham ini memberikan beberapa pertimbangan pada sebuah keputusan yang harus diambil. Tentunya pilihan yang lebih bermanfaat akan diambil oleh sang professional.
Cara menyelesaikan dilemma moral menurut faham utilitarianisme adalah membumihanguskan instalasi riset tersebut dengan bom, yang akan meluluhlantakkan fasilitas tersebut. Para peneliti ditempatkan pada suatu tempat, untuk menghindari tertularnya penyakit yang diderita oleh 50 orang tersebut. 10 korban jiwa dibiarkan didalam laboratorium riset, untuk menghindari tertularnya penyakit tersebut akibat adanya sentuhan antar kulit manusia satu dengan manusia lainnya. keputusan ini diambil untuk keputusan bersama tanpa ada pihak yang dirugikan.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah
http://kakisewu.wordpress.com/2008/03/28/dampak-limbah-industri/
http://octahyuuga.wordpress.com/2009/03/02/dampak-negatif-dan-positif-dari-internet/
www.beritanet.com
Rabu, 19 Januari 2011
Peta-Peta Kerja
Peta-peta kerja merupakan salah satu alat yang sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas dan melalui peta-peta kerja ini bisa mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metoda kerja. Contoh informasi-informasi yang diperlukan antara lain jumlah benda kerja yang harus dibuat, waktu operasi mesin, kapasitas mesin, bahan-bahan khusus yang harus disediakan, alat-alat khusus yang harus disediakan, dan sebagainya.
2. Lambang-Lambang yang Digunakan
Peta-peta kerja yang digunakan pada saat ini ialah peta-peta kerja dikembangkan oleh Gilberth. Untuk membuat peta kerja, Gilberth mengusulkan 40 buah lambang yang dapat digunakan, yang kemudian disederhanakan menjadi 4 buah lambang. Pada tahun 1947, American Siciety of Mechanical engineers (ASME) membuat standar lambang-lambang peta kerja sebanyak 5 lambang. Lambang yang digunakan adalah sebagai berikut:
OPERASI
Suatu kegiatan operasi terjadi apabila benda kerja mengalami perubahan sifat baik fisik maupun kimiawi, mengambil informasi maupun memberikan informasi pada suatu keadaan juga termasuk operasi. Contoh pekerjaannya yaitu menyerut, memotong, memahat, dan lain-lain.
PEMERIKSAAN / INSPEKSI
Suatu kegiatan pemeriksaan terjadi apabila benda kerja atau peralatan mengalami pemeriksaan baik untuk segi kualitas maupun kuantitas. Contoh pekerjaannya yaitu memeriksa ukuran, memeriksa hasil solder, membaca alat ukur tekanan uap pada mesin uap, dan sebagainya.
TRANSPORTASI
Suatu kegiatan transportasi terjadi apabila benda kerja, pekerja atau perlengkapan mengalami perpindahan tempat yang bukan merupakan bagian dari suatu operasi. Contoh pekerjaannya yaitu memindahkan bahan, memindahkan benda kerja dari satu mesin ke mesin lainnya, dan lain-lain.
MENUNGGU
Proses menunggu terjadi apabila benda kerja, pekerja atau perlengkapan tidak mengalami kegiatan apa-apa selain menunggu. Contoh pekerjaannya yaitu benda kerja menunggu untuk diproses, bahan menunggu untuk diangkut, dan sebagainya.
MENYIMPAN
Proses menyimpan terjadi apabila benda kerja disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama. Contoh pekerjaannya yaitu bahan baku disimpan dalam gudang, barang jadi disimpan di gudang, dan sebagainya (Sutalaksana, 1979).
3.Macam-Macam Peta Kerja
Berdasarkan kegiatannya, peta kerja dibagi dalam dua bagian. Adapun bagian-bagian peta kerja berdasarkan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Peta-peta kerja kegiatan kerja keseluruhan.
2. Peta-peta kerja kegiatan kerja setempat.
Suatu kegiatan disebut kegiatan kerja keseluruhan apabila kegiatan tersebut melibatkan sebagian besar atau semua fasilitas yang diperlukan untuk membuat produk yang bersangkutan. Sedangkan suatu kegiatan disebut kegiatan kerja setempat apabila kegiatan tersebut terjadi dalam suatu stasiun kerja biasanya hanya melibatkan orang dan fasilitas dalam jumlah terbatas. Contoh peta-peta kerja yang termasuk kedalam dua kelompok besar diatas, antara lain:
1. Peta-peta kerja kegiatan kerja keseluruhan
a. Peta Proses Operasi
b. Peta Aliran Proses
c. Peta Proses Kelompok Kerja
d. Diagram Aliran
2. Peta-peta kerja kegiatan kerja setempat
a. Peta Pekerja dan Mesin
b. Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan
Sutalaksana, Iftikar Z dkk. Teknik Perancangan Sistem Kerja. Bandung: Institut Teknologi Bandung., 2006.
Pengukuran waktu kerja
Pada pengukuran waktu kerja ada dua jenis pengukuran, yaitu :
a. Pengukuran secara langsung :
- Pengukuran Jam henti ( stop watch Time Study ).
- Work Sampling.
b. Pengukuran secara tidak langsung :
- Data Waktu Baku (standar data).
- Data Waktu Gerakan.
Adapun kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis pengukuran diatas, antara lain :
a. Pengukuran secara langsung :
- Kelebihan:
Praktis, mencatat waktu saja tanpa harus menggunakan pekerjaan kedalam elemen-elemen pekerjaannya.
- Kekurangannya:
Membutuhkan waktu lebih lama dan biaya lebih mahal.
b. Pengukuran secara tidak langsung :
- Kelebihan:
• Waktu relatif singkat, tanpa mencatat elemen-elemen gerakan pekerja satu persatu.
• Biaya lebih murah.
• Prediterminded, kemampuan memprediksi suatu penyelesaian pekerjaan.
- Kekurangan:
• Belum ada tabel data waktu gerakan yang menyeluruh.
• Tabel yang digunkan adalah untuk orang eropa.
• Dibutuhkan ketelitian yang tinggi.
2.1. Langkah-langkah Sebelum Melakukan Pengukuran
a. Penetapan tujuan pengukuran
Tujuanya adalah untuk apa hasil pengukuran digunakan, berapa tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan yang diinginkan dari hasil pengukuran.
b. Melakukan penelitian pendahuluan
Tujuannya adalah mempelajari kondisi kerja dan cara kerja sehingga diperoleh usaha perbaikan, membakukan secara tertulis sistem kerja yang dianggap baik, dan operator memerlukan pegangan baku.
c. Memilih operator
Tujuannya adalah agar operator dapat berkemampuan normal dan dapat diajak bekerja sama.
d. Melatih operator
Hal ini dapat ditunjukkan dengan kurva (gambar 2.1) pengembangan penguasaan pekerjaan oleh operator sejak mulai mengenalnya sampai terbiasa.
e. Mengurai Pekerjaan Atas Elemen Pekerjaan
Tujuannya adalah untuk menjelaskan catatan tentang tata cara kerja yang dibakukan, memungkinkan melakukan penyesuaian bagi setiap elemen, untuk memudahkan mengamati terjadinya elemen yang tidak baku yang mungkin dilakukan pekerja, dan mengembangkan data waktu baku standar setiap tempat kerja yang bersangkutan.
f. Menyiapkan alat-alat pengukuran
Alat-alat yang digunakan antara lain :
- Jam henti (stopwatch)
- Lembar pengamatan
- Alat tulis
- Papan pengamatan
Sutalaksana, Iftikar Z dkk. Teknik Perancangan Sistem Kerja. Bandung: Institut Teknologi Bandung., 2006.
Selasa, 19 Oktober 2010
Velg
Jelaskan kegunaan alat / mesin ini:
Velg adalah lingkaran luar desain logam yang tepi bagian dalam dari ban sudah terpasang pada kendaraan seperti mobil. Sebagai contoh, pada roda sepeda di tepi lingkaran yang besar menempel pada ujung luar dari jari-jari roda yang memegang ban dan tabung. Kegunaan alat / mesin ini adalah sebagai tempat menempelnya ban pada ujung luar dari jari-jari roda agar ban dapat mengesek ketika berputar dan velg ini juga untuk menghasilkan lebih banyak getaran dan kurang nyaman karena dinding samping ban tidak cukup kelengkungan yang fleksibel mengemudi dengan benar di atas permukaan kasar.
Jelaskan proses pembuatan :
Proses pembuatan Velg adalah sebagai berikut:
1. Aluminium Ingot dibubut dibentuk sesuai ukuran Ø50cm,
2. Dan pada sisi lebar yang membentuk tirus dibubut sedalam 5cm dengan sudut kemiringan 30˚, gerusan cutter hingga membentuk Alur pada sisi tirusnya,
3. Untuk sisi Diameter terluar Kanan-Kiri, juga dibubut dengan cutter hingga membentuk kemiringan pada sekeliling Diameter terluar Velg,
4. Cara yang sama juga dilakukan disisi lainnya pada diameter velg terluar,
5. Untuk center velg dibubut hingga tembus dengan Ø10cm,
6. Membuat lubang baut pengikat dibor dengan Drilling Machine Ø lubang 12mm-M12 sebanyak 6 lubang,
7. Setelah proses pembentukan selesai agar permukaan Velg lebih halus dilakukan penggrindingan dengan surface grinding,
8. Untuk finishing Velg di painting dengan warna yang ideal menggunakan cat yang tahan karat dan tahan panas.
Material apa saja yang digunakan dalam alat / mesin ini :
Material yang digunakan dalam alat/mesin ini adalah:
1. Aluminium Ingot
2. Cat
Hitunglah biaya-biaya apa saja yang dikeluarkan dalam proses pembuatan ini :
Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam proses pembuatan Velg adalah:
A. Biaya Material
1. Aluminium Ingot Ø50cm х 5cm = Rp 2.000.000
2. Cat = Rp 300.000
Total = Rp 2.300.000
B. Biaya Machining/Proses
1. Bubut pembentukan ukuran = Rp 200.000
2. Bubut Diameter luar dan dalam = Rp 400.000
3. Bubut Center lubang = Rp 50.000
4. Drilling lubang baut = Rp 150.000
Total = Rp 800.000
C. Biaya Management dan Perawatan = Rp 500.000
D. Biaya Transportasi = Rp 1.000.000
Total = Rp 4.600.000
E. Biaya Profit : 20% х Rp 4.600.000 = Rp 920.000
Total = Rp 5.520.000
F. Biaya Pajak: 10% х Rp 5.520.000 = Rp 552.000
Biaya Total Keseluruhan = Rp 6.072.000
Jadi, Biaya jual Velg per Unit adalah Rp 6.072.000.-
Jadi menurut Anda berapa harga alat atau mesin ini, per pieces atau per satuan tertentu:
Menurut Saya, Harga alat atau mesin ini, per pieces atau per satuan tertentu adalah:
Harga jual Velg adalah Rp 6.072.000.-
Velg ini dijual per Unit.
Apakah Anda yakin kalau nanti diproduksi akan dapat memberikan keuntungan :
Saya yakin kalau nanti diproduksi akan dapat memberikan keuntungan, karena pada setiap mobil pasti menggunakan velg dan banyaknya permintaan pasar akan produksi mobil sehingga velg pasti sangat dibutuhkan pada produksi mobil tersebut, karena velg merupakan subassembly dari produksi mobil tersebut.
http://wapedia.mobi/id/Velg
http://www.situsotomotif.com/modifikasi-tuning/tips-modifikasi/acuan-modifikasi-ukuran-velg-dan-ban
Minggu, 09 Mei 2010
KELEBIHAN NEGARA INDONESIA DARI NEGARA LAIN
Indonesia bersama Malaysia merupakan pengekspor utama pasar dunia untuk kayu lapis keras tropik (tropical hardwood plywood) selama bertahun-tahun. Ekspor kedua negara memiliki pangsa terbesar (dominant players) di dunia untuk jenis kayu lapis tersebut, secara total jika diperhitungkan jenis kayu lapis kayu lunak (softwood plywood), pangsa kedua negara pada tahun 2000 adalah 47 %. Oleh karena itu untuk komoditas kayu lapis tropik, Indonesia dan Malaysia merupakan pesaing (competitor ) untuk segmen pasar tersebut.
Selama bertahun-tahun hingga tahun 2003, industri kayu lapis Indonesia mendominasi pasar dunia kayu lapis tropik, namun sejak tahun 2004 Malaysia mengungguli volume ekspor kayu lapis Indonesia. Berbeda dengan kayu lapis, perkembangan ekspor panel kayu non kayu lapis Indonesia kurang menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan angka ekspor berfluktuasi dan mengalami stagnasi. Sebaliknya Malaysia menunjukkan perkembangan ekspor panel kayu non kayu lapis yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Industri kayu lapis Indonesia masih memiliki keunggulan komparatif yang cukup tinggi dibandingkan pesaing-pesaingnya namun merosotnya pasokan bahan baku menyebabkan pangsa pasar ekspornya menurun secara tajam. Sebaliknya industri kayu lapis Malaysia dan China disamping memiliki keunggulan komparatif juga berhasil meningkatkan pangsa pasarnya.
Industri kayu lapis Indonesia masih memiliki keunggulan komparatif yang cukup besar dibandingkan dengan negara-negara lain. Di sisi lain, menurunnya pangsa pasar kayu lapis Indonesia di pasar dunia selama beberapa tahun terakhir secara tajam lebih disebabkan oleh menurunnya pasokan bahan baku. Meningkatnya pembalakan dan perdagangan kayu liar tidak dapat dikapitalisasi oleh industri kayu lapis Indonesia namun lebih dimanfaatkan oleh industri kayu lapis pesaing Indonesia. Pembalakan dan perdagangan kayu liar tidak semata-mata masalah sosial namun peranan tarikan pasar (market pull) sangat besar.
Bagi negara agraris seperti Indonesia, peran sektor pertanian juga sangat penting dalam mendukung perekonomian nasional, terutama sebagai penyedia bahan pangan, sandang dan papan bagi segenap penduduk, serta penghasil komoditas ekspor nonmigas untuk menarik devisa. Lebih dari itu, mata pencaharian sebagian besar rakyat Indonesia bergantung pada sektor pertanian. Namun ironis sekali, penghargaan masyarakat umum terhadap pertanian relatif rendah dibandingkan sektor lain, seperti industri, pertambangan, dan perdagangan. Hal ini menyebabkan penghargaan terhadap lahan pertanian pun terlalu rendah, tidak proporsional dengan tingkat manfaatnya.
Pengetahuan masyarakat Indonesia tentang multifungsi pertanian masih rendah, terbukti dengan hasil penelitian Irawan et al. (2004) di DAS Citarum (Jawa Barat) dan DAS Kaligarang (Jawa Tengah). Masyarakat setempat baru mengenal 2−4 jenis fungsi pertanian, yaitu:
1) penghasil produk pertanian,
2) pemelihara pasokan air tanah,
3) pengendali banjir, dan
4) penyedia lapangan kerja. Padahal fungsi lahan pertanian bagi kemanusiaan jauh lebih banyak, seperti dikemukakan oleh Agus dan Husen (2005), yaitu: penghasil produk pertanian, berperan dalam mitigasi banjir, pengendali erosi tanah, pemelihara pasokan air tanah, penambat gas karbon atau gas rumah kaca, penyegar udara, pendaur ulang sampah organik, dan pemelihara keanekaragaman hayati.
Lebih jauh di Korea Selatan, Eom dan Kang (2001) dalam Agus dan Husen (2005) mengidentifikasi 30 jenis fungsi pertanian yang bermanfaat bagi masyarakat umum dan perlu terus dilestarikan. Pandangan masyarakat umum yang kurang benar terhadap pertanian seperti tersebut di atas merupakan salah satu sebab rendahnya penghargaan terhadap pertanian. Lebih jauh lagi, hal tersebut menyebabkan pandangan terhadap konversi lahan pertanian pun kurang proporsional. Mereka menganggap konversi lahan sebagai hal yang biasa, bukan sebagai proses hilangnya multifungsi pertanian. Hal lain yang mendorong konversi lahan pertanian adalah kondisi sosial-ekonomi masyarakat pedesaan yang memerlukan pendapatan segera untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, serta pemikiran tentang fungsi lahan pertanian hanya dalam jangka pendek dan ruang lingkup yang sempit. Selain itu, terdapat faktor eksternal yang mendorong percepatan proses konversi tersebut yaitu gencarnya pembangunan sektor nonpertanian dalam memperoleh lahan yang siap pakai, terutama ditinjau dari karakteristik biofisik dan asesibilitas. Kebutuhan tersebut pada umumnya dapat terpenuhi oleh lahan pertanian beririgasi.
Badan Litbang Perdagangan.2006. Kajian Perkembangan dan Strategi Peningkatan Ekspor Kayu dan Produk Kayu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri. Jakarta.
Irawan, S. Eriyatno, A. Supriyatna, I.S. Anugrah, N.A. Kirom, B. Rachman, dan B. Wiryono. 2001. Perumusan Model Kelembagaan Konversi Lahan Pertanian. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor.
Agus, F. dan E. Husen. 2005. Tinjauan umum multifungsi pertanian. Prosiding Seminar Nasional Multifungsi Pertanian dan Ketahanan Pangan. Bogor, 12 Oktober dan 24 Desember 2004. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.
Irawan, B., E. Husen, Maswar, R.L. Watung, dan F. Agus. 2004. Persepsi dan apresiasi masyarakat terhadap multifungsi pertanian: Studi kasus di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Prosiding Seminar Multifungsi Pertanian dan Konservasi Sumber Daya Lahan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.
Minggu, 02 Mei 2010
Keuntungan Hubungan Internasional Indonesia dengan Negara Lain
Manfaat perdagangan internasional
Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut:
1. Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. Faktor-faktor tersebut diantaranya : Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.
2. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi. Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri.
3. Memperluas pasar dan menambah keuntungan, terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.
4. Transfer teknologi modern. Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih modern.
Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut:
1. Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
2. Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
3. Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
4. Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
5. Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
6. Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
7. Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
8. Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.
Hukum Internasional merupakan sistem aturan yang digunakan untuk mengatur negara yang merdeka dan berdaulat (1). Hukum Internasionall terdiri atas sekumpulan hukum, yang sebagian besar terdiri dari prinsip – prinsip dan aturan tingkah laku yang mengikat negara – negara dan oleh karenanya ditaati dalam hubungan antara negara, yang juga meliputi:
a) Peraturan – peraturan hukum tentang pelaksanaan funsi lembaga – lembaga dan organisasi – organisasi Internasional serta hubungannya antara negara – negara dan individu – individu.
b) Peraturan – peraturan hukum tertentu tentang individu – individu dengan kesatuan – kesatuan bukan negara, sepanjang hak – hak dan kewajiban individu dengan kesatuan kesatuan tersebut merupakan masalah kerjasama internasional.
Pada dasarnya berklakunya Hukum Internasional didasarkan pada 2 prinsip :
a) Pacta Sunt Servanda, yaitu perjanjian harus dan hanya ditaati oleh pihak – pihak yang membuat perjanjian.
b) Primat Hukum Internasional , Yaitu perjanjian internasional mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari undang – undang Nasional Suatu negara perserta perjanjian.
Paradigma Baru Perdagangan Internasional
Perkembangan ekspor dari suatu Negara tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor keunggulan komparatif tetapi juga oleh faktor-faktor keunggulan kompetitif. Inti daripada paradigma keunggulan kompetitif adalah keunggulan suatu negara di dalam persaingan global selain ditentukan oleh keunggulan komparatif (teoriteori klasik dan H-O) yang dimilikinya dan juga karena adanya proteksi atau bantuan fasilitas dari pemerintah, juga sangat ditentukan oleh keunggulan kompetitifnya. Keunggulan kompetitif tidak hanya dimiliki oleh suatu negara, tetapi juga dimiliki oleh perusahaan-perusahaan di negara tersebut secara individu atau kelompok. Perbedaan lainnya dengan keunggulan komparatif adalah bahwa keunggulan kompetitif sifatnya lebih dinamis dengan perubahan-perubahan, misalnya teknologi dan sumber daya manusia.
Hubungan Kurs Dollar dengan Ekspor
Dalam sistem kurs mengambang, depresiasi atau apresiasi nilai mata uang akan mengakibatkan perubahan ke atas baik ekspor maupun impor. Jika kurs dollar Amerika serikat mengalami depresiasi, nilai mata uang dalam negeri melemah dan berarti nilai mata uang asing menguat kursnya (harganya) akan menyebabkan ekspor meningkat dan impor cenderung menurun. Jadi kurs valuta asing mempunyai hubungan yang searah dengan volume ekspor. Apabila nilai kurs dollar Amerika Serikat meningkat, maka volume ekspor juga akan meningkat.
Hubungan Kebijakan Ekspor dengan Volume Ekspor
Kebijakan perdagangan luar negeri, dalam hal ini kebijakan ekspor pada dasarnya ditujukan pada untuk mendukung upaya mewujudkan iklim usaha yang kondusif serta persaingan sehat baik atas dasar kepentingan nasional maupun kewajiban dari adanya perjanjian dan pengaturan perdagangan internasional yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya saing produk. Dengan adanya kebijakan ekspor yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk diharapkan setelah dikeluarkannya kebijakan tersebut akan dapat mendorong suatu peningkatan ekspor.
Tambunan, Tulus. 2001. Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran. Cetakan I. Jakarta: LPFEUI.
Sukirno, Sadono, 2000. Makro Ekonomi Modern. Jakarta: PT. Raja Grafindo Perkasa.
Dirjen Perdagangan Luar Negeri, 2006. Kebijaksanaan Umum di Bidang Ekspor. Jakarta : Departemen Perindustrian dan Perdagangan.
http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_internasional
http://www.legalitas.org/?q=Perjanjian+Internasional+Dalam+Sistem+Perundang%E2%80%93Undangan+Nasional
